Bagaimana Memperoleh Brand Energy Eksternal


Image source: Blue Spruce (http://bioweb.uwlax.edu/bio203/s2009/hanford_kyle/Nutrition.htm)

Saya telah membahas dalam artikel saya sebelumnya mengenai Brand Energy. Brand Energy sangat penting untuk diciptakan sehingga brand Anda akan selalu berada di benak para konsumen Anda. Dalam hal ini Brand Energy yang dimaksud dari artikel saya sebelumnya adalah dengan melalaui cara:  Menarik, Melibatakan, Inovatif, dan Passionate. [Pentingnya Brand Energy Bagi Usaha Anda – Side-Walk Restaurant – Steak & Grill (Studi Kasus)]

Tentunya untuk mendapatkan Brand Energy tersebut memiliki beberapa ritangan, dan dibutuhkan dana yang lumayan. Wah bagaimana nasib sebuah usaha jika ternyata energy ini penuh rintangan, sulit dan butuh uang ekstra pula? Yang namanya usaha pasti ada rintangannya, namun rintangan tersebut dapat dilampaui dan mudah-mudahan tulisan saya ini dapat sedikit membantu untuk melampui sebagian rintangan tersebut.

Untungnya ada yang disebut co-brand atau aliansi brand, yaitu kerjasama antra dua brand yang memiliki tujuan sama (mutual benefit) namun pastinya di category yang berbeda. Jangan salah tangkap cobranding yang dimaksud bukan antara Coca-Cola dengan Pepsi. Yang saya maksud adalah keduanya memiliki target segmen yang sama namun memiliki category yang berbeda. Contohnya cobrand antara GE-Finance dengan Carrefour dimana GE memberikan kredit lebih mudah dan bagi Carrefour pelanggan mereka dapat sering berbelanja dan tidak melakukan belanja di toko lain.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan endorser. Contohnya selebriti atau public figure yang meng-endorse brand tertentu. Kadang mereka dengan tulus mau membantu dengan freeofcharge, tapi lebih sering minta dibayar. Coba tips ini…sekali-sekali beri secara gratis sebuah produk dari brand Anda kepada seseorang selebriti dan meminta selebriti tersebut untuk foto sambill memakainya dan kemudian memuatnya di social media, yang pasti menyebutkan hal positif dan menyertakan data mengenai brand Anda. Oh iya yang pasti selebriti tersebut memiliki follower yang banyak. Cobain deh….hehehe, yang pasti minta permisi dulu, jelaskan dan jangan memaksa. Pilihlah kata-kata supaya tidak berkesan Twit Jualan.

Berikut adalah pedoman yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan bahwa energizer brand eksternal tersebut pada kenyataannya memberikan energy, dan energy tetap menjadi tujuan utama manajemen dari aliansi brand. Yakin bahwa brand pemberi energy sesuai perannya.
  • Memahami dan mengelola peran branded energizer. Bagaimana sebenarnya hal itu akan digunakan untuk memenuhi tujuannya?
  • Hubungan aliansi merek harus dimasukkan ke dalam dan dikelola sebagai pernikahan jangka panjang, bukan sebagai perselingkuhan.
  • Temukan cara untuk mengasosiasikan merek target dengan pemberi energy. Kuncinya adalah hubungan jangka panjang dan berikut set-set programnya sehingga melampaui sekedar pengulangan.
  • Pertimbangkan si pemberi energy eksternal brand adalah sebagai bagian dari portofolio brand, dan mengelola hubungannya dengan brand lain dalam portofolio. Sekali lagi, itu bukan lagi sponsor atau promosi, itu adalah brand yang merupakan anggota dari portofolio brand perusahaan.

Demikian lanjutan artikel saya yang berhubungan dengan Brand Energy, dimana Anda bisa ciptakan sendiri Brand Energy dari artikel saya sebelumnya, maupun dalam artikel ini adalah cara memperoleh Brand Energy secara eksternal. Mudah-mudahan bermanfaat.

Pentingnya Brand Energy Bagi Usaha Anda – Side-Walk Restaurant – Steak & Grill (Studi Kasus)


Sebelum memulai, bagi teman-teman pembaca, artikel saya tidak mengulas tentang tata cara men-design dengan look and feel yang menarik. Lebih banyak masukan dan sharing knowledge saya yang bersifat abstrak dan conceptual namun sangat penting diperhatikan.

Sebagai brand strategist, dan kebebetulan sudah 8 tahun sebagai brand anthusiast, saya memiliki believe bahwa brand dapat mengubah perilaku seseorang dalam memilih brand yang kita ciptakan. Dan ketika brand tersebut sangat dicintai, dan ketika berada diatas puncak yang tinggi, dimana kiasan berbunyi “ketika semakin di atas anginnya semakin kencang” tidak mudah brand tersebut terpengaruh oleh negative impact, karena loyalitas konsumen tidak mudah terpengaruh.

Kali ini saya ingin menulis dan sharing knowledge saya terhadap sebuah Side-Walk Restaurant – Steak and Grill. Silahkan dibaca semoga dapat memberikan masukan yang berguna bagi teman-teman pembaca.

Ayo mari dimulai😀

Beberapa saat yang lalu, partner usaha saya, sebut saja inisialnya INS, memiliki ide untuk membuat sebuah sidewalk restaurant dengan ide sederhana yang KISS (KISS bukan grup band metal yang pake make-up serem kaya band Kuburan), melainkan acronym dari “Keep It Simple, Stupid.”

Kemudian kami berdua mencoba menciptakan sebuah brand dan melakukan branding yang diharapkan dapat dengan cepat merebut perhatian dari konsumen.  Brand itu sendiri yang pasti sudah memiliki brand strategy, dan kami memberikan nama yang mudah diingat, memiliki potensi untuk go international. Yes….that simple!

Esensi dari brand-pun adalah “tanpa kompromi dan tak kenal lelah mengejar kesempurnaan.” Makanan yang disajikan adalah daging yang di-grill (panggang), orang-orang bilang steak. Sebenarnya tidak ada hal baru soal steak, ada kiasan berbunyi “there’s nothing new under the sun” Tapi kalau ditanya, apakah usaha tersebut? yang jelas bukan steak. Yang pasti usaha tersebut adalah “Hospitality and People Business” dengan menggunakan esensi yang saya sebutkan di atas.

Menurut saya steak adalah produk, pelengkap sebuah brand. Dalam terms saya, steak yang enak dengan cara penyajian yang unik adalah “APA” yang dipersembahkan kepada konsumen. Dan “BAGAIMANA” adalah teknik, ilmu. Profesioanalisme dalam memasak dan pemberian jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai urutan sebuah komunikasi brand dimulai dengan urutannya dari “MENGAPA” > “BAGAIMANA” dan > “APA” bisa dibaca dari artikel saya sebelumnya yang berjudul “BrandBrain Bagi Brand Yang Inspirasional

Pada saat dimulai kami pun percaya diri, ya… bisa ditargetkan setelah 3 bulan pertama baru mulai menanjak. Namun….ternyata dalam waktu sebulan, jumlah pelanggan dan penjualan cukup mengejutkan pertumbuhannya. Yang pasti Brand Strategy is important, and Luck is different thing. Karena luck itu satu juta banding satu.

Dan usulan saya, ciptakan brand dan melakukan branding Anda semenjak di awal, jangan berfikir bahwa business Anda bukan seperti Coca-Cola maka saat diawal tidak perlu brand atau branding sama sekali. Maka bagi teman-teman yang mau memulai sebuah usaha maka yang perlu diperhatikan sejak awal adalah: Brand, Branding, dan Marketing.

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh, dan supaya teman-teman pembaca dapat membedakan antara Brand, Branding, dan Marketing, dan saya rasa teman-teman pembaca perlu untuk mengetahuinya, mari kita cari arti dan perbedaan di antara tiga tersebut dari artikel saya berjudul “Kesimpangsiuran Dalam Mengartikan Brand, Branding, dan Marketing

Apakah Brand Anda memiliki Energy?

Bisa dibaca dari artikel saya sebelumnya (klik disini) atau sambung langsung dengan ulasan saya dibawah ini😀

Yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha kecil, bahwa produk, jasa dan pasar perlu diisi dengan energi secara terus menerus ketika energinya sudah habis, harus diising ulang dengan energi, yang lebih baik adalah mengisi ulang sebelum habis.

Sama halnya dengan telpon genggam yang sebenarnya tergantung dengan charger. Yang jelas jika energinya habis yang pasti telpon genggamnya ga bisa lagi dipake – sudah tidak relevan lagi untuk dipakai lha wong udah matiiii….hehe.

Business dan Market ternyata sama-sama harus diisi ulang dengan energi. Jangan hanya salah satu. Baterei dan pulsanya juga harus sama-sama ada isinya. Percumah pulsa full tapi baterei habis atau baterei full tapi pulsanya ga ada. Yes…that simple pemikirannya, tapi bagaimana eksekusinya kan gak gampang :D….bener gak gampang, tapi saya akan beri masukan oleh beberapa faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam isi-mengisi-ulang dengan energi.

Sebuah Brand yang kekurangan energi memiliki dua potensi buruk. Pertama, brand akan kekurangan visibilitas dan tidak akan lagi menjadi top-of-mind disaat melakukan pertimbangan disaat pembelian. Brand akan hilang dalam cluter dan tidak lagi relevan. Kedua, mungkin akan lebih buruk, brand akan mengalami penurunan dalam persepsi kualitas dan kepercayaan, dan memiliki penurunan terhadap diferensiasi dan loyalitas.

Wah…nakutin juga ya. Ada yang bilang, Logo udah keren-keren, kok bagus cuman didepan doang, setelah itu tenggelam?

Yang pasti dari pengertian Brand, Branding, dan Marketing udah salah kaprah. Oleh sebab itu, soal brand, branding, dan marketing mohon untuk dibaca berkali-kali sehingga pemahaman dan penerapannya tidak salah lagi. Oh iya…banyak kok artikel yang saya tulis di blog saya ini. Kalau bisa di share juga sekalian melalui twitter, FB, LinkedIn, dll.😀

Kembali ke soal Energi. Yang dimaksud dengan Energi sebenarnya apa:

  • Menarik: Ada alasan untuk diperbincangkan tentang Brand. (Disney, AXE, Avon Walk for Kanker Payudara, Pixar, FedEx Cup)
  • Melibatkan: Orang-orang terlibat, brand dapat menjadi bagian dari kegiatan yang dihargai atau gaya hidup. (Lego, Disney. Starbucks, Google, Amazon)
  • Inovatif: Brand senantiasa terus berinovasi atau mampu menciptakan “harus memiliki” inovasi yang menciptakan subkategori baru. (Apple, Virgin, Dove, GE, 3M).
  • Passionate: Memiliki tujuan yang lebih tinggi yang mendorong gairah. (Whole Foods Market, Pategonia, Muji, Nike).

Salah satu cara agar brand Anda memiliki energi, adalah memberikan energi terhadap business itu sendiri dan terhadap pasar juga. Cara yang terbaik adalah melalui inovasi.

Jika inovasi sangat sulit untuk diciptakan masih ada Menarik, Melibatkan, dan Passionate yang bisa untuk diciptakan dan didefiniskan dalam brand Anda.

Saya mau memberikan studi kasus sesuai dengan ke empat energi yang saya maksud diatas terhadap side-walk restaurant tersebut:

Image source: Tokyo Skipjack (http://www.tokyoskipjack.com)

  • Menarik: Cara penyajian (presentation), look and feel keselurahan yang menarik sesuai dengan trend yang ada, steak yang seharusnya  dimakan dan disajikan (bukan daging disiram bumbu banyak-banyak seperti dikebanyakan warung-warung steak yang ada dipasaran).
  • Melibatkan: close to your customer, mendengarkan dan reaktif kepada customer (social media penting), menciptakan program-program yang selalu melibatkan customer secara langsung. Posting foto mereka di web dan di social media.
  • Inovative: “there’s nothing new under the sun” untuk steak, namum banyak hal lain yang bisa diciptakan melalui kondimen, seperti saus yang unik beda dengan rata-rata warung steak yang ada. Punya “Point of Parity, Point of Leverage, Point of Superiority, and Advantage” dan keterbatasan number of serving per day (ayo kesana ntar kehabisan lho…this kind of mind set)
  • Passionate: selalu berangkat dari esensi brand itu sendiri yaitu “tanpa kompromi dan tak kenal lelah mengejar kesempurnaan,” dan excellent friendly service that make you feel homey.

Berikut adalah sebagai studi kasus. Mungkin kalau di copy-paste terhadap brand yang akan Anda ingin bangun belum tentu menghasilkan hal yang cemerlang. Cobalah mencari differensiasi di kategori yang sama (cobalah utk kreatif, jangan selalu plagiat). Karena selain Brand, Branding, Marketing, dan Energy masih perlu kita perhatikan 4 faktor:

  • Differentiation: jika tidak ada pembeda maka konsumen akan menganggap brand Anda seperti bawang dipasar. Semuanya keliatan sama tidak ada bedanya. Oleh sebab itu “be different and genuine”
  • Relevancy: Harus masuk dan sesuai dengan target market butuhkan
  • Esteem: Memberikan nilai emotional terhadap konsumen setelah menggunakan brand Anda
  • Knowledge terhadap brand: Tak kenal maka tak sayang.

Nah Relevancy dan Differentiation juga menjadi poin yang harus dimiliki dari sebuah brand.

Mudah-mudahan sharing saya terhadap sebuah studi-kasus side-walk restaurant ini dapat menjadi pertimbangan yang berguna bagi teman-teman pembaca, terutama kepada teman-teman yang memiliki antusiasme sama seperti saya mengenai brand, dan juga bagi teman-teman yang ingin menciptakan sebuah bisniss kecil-kecilan yang baru. Semoga bermanfaat.

Kesimpangsiuran Dalam Mengartikan Brand, Branding, dan Marketing


Banyak sekali kesimpangsiuran dalam mengartikan Brand, Branding, dan Marketing. Mudah mudahan definisi dari perbedaan ini dapat saya jelaskan sehingga dapat mudah dipahami.

Brand?

  • American Marketing Association (AMA): Sebuah nama, istilah, tanda, symbol, atau design, atau kombinasi dari kelima tersebut, dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok
  • Janji yang menciptakan preferensi
  • Aset yang menambah nilai keuangan
  • Merekat pada pikiran dan hati para pelanggan. Ini adalah hasil dari pengalaman total (total experience) pelanggan yang terbangun selama bertahun-tahun (Chartered Institute of Management, 2003)

Branding?

Dalam branding terdapat 4 faktor yang perlu dimilik yaitu:

  1. Kepribadian (Personality) : Apakah itu Fun, Serious, Smart, dll
  2. Posisi (Positioning): Dimana posisi brand Anda terhadap para kompetitor Anda, dan apakah arti brand Anda di pasar (market) dan target konsumen Anda
  3. Janji (Promise): Adalah janji yang Anda (brand) berikan kepada konsumen Anda
  4. Kongruensi (Congruency): Ini adalah keselarasan yang Anda jaga sesuai dengan kepribadian, Posisi, dan Janji Anda yang harus dilakukan secara konsisten

Menurut saya, artian dari branding itu sendiri adalah: sebuah janji (promise) yang terbungkus dalam sebuah pengalaman (experience) dalam melakukan usaha dengan dan terhadap Anda – secara total dan pastinya terdiri dari empat factor diatas.

Marketing?

Saya bukan ahli marketing, dan mungkin teman-teman pembaca jauh lebih profesional untuk mengerti mengenai Marketing. Namun, sesuai persepektif saya, saya akan memberikan kesimpulan sesuai versi saya sendiri.

Setiap usaha menginginkan 5 “Hal Besar” yang perlu dimiliki dengan urutan semacam ini:

  1. Pertumbuhan: Setiap usaha harus berkembang, dari uang dan asset yang dimiliki oleh perusahaan
  2. Keuntungan: Dimana-mana usaha harus mendapatkan keuntungan bersih
  3. Aliran Uang (Cashflow): Kita harus dengan pintar mengatur arus kas keuangan dengan cara mempertahankan arus uang keluar dan masuk dengan benar. Tujuannya jangan sampai arus keluar lebih besar dari pada arus masuk. Saya rasa ini matematika biasa.
  4. Meningkatkan Nilai Aset: Dari poin 1 s.d. 3 diatas, kita harus dengan cerdik meningkatkan nilai aset. Seperti: Brand, memiliki kantor, ruko, dan aset lainnya yang nilainya meningkat dimasa akan dateng. dll
  5. Melindungi dan Menjual: Yang pasti usaha yang baik harus dilindungi sehingga akan sulit untuk diklaim oleh orang lain. Bagaimana dengan Menjual. Banyak orang berkata “usaha saya bagus sekali, buat apa saya jual.” Memang benar, namun kita harus mengetahui nilai perusahaan jika ingin dijual. Dari sini dapat terlihat apakan perusahaan Anda baik atau tidak. Apakah ada perkembangan nilai jual dari tahun ketahun. Contohnya detik.com yang terjual dengan nilai Rp 500M

Nah ke 5 “Hal Besar” ini akan membuahkan HASIL. Dalam ilustrasi di bawah bahwa jika kita mulai dari titik A dan sasarannya adalah titik B. Maka perjalanan dari titik A ke B adalah Marketing. Objektifnya adalah memperbanyak jumlah klien/ customer sehingga akan memperbanyak jumlah nilai uang yang akan didapatakan. (lihat ilustrasi di bawah)

Dalam ilmu marketing kita juga harus mempertimbangkan 8P, sehingga marketing pun akan menghasilkan yang relevan terhadap konsumen. 8P:

  1. Product
  2. Place and Time
  3. Price
  4. Promotion
  5. Process
  6. Physical Environment
  7. People
  8. Productivity dan Quality

Ya ini 101-nya Marketing punya ilmu. Hehehehe. Yang jagonya Marketing pasti hafal diluar kepala😀

Jadi definisi Marketing versi saya adalah: Kegiatan berorientasi pada tujuan dengan sasarannya untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Apakah Brand Anda Memiliki Energy?


Sebuah Brand yang kekurangan energi memiliki dua potensi buruk. Pertama, brand akan kekurangan visibilitas dan tidak akan lagi menjadi top-of-mind disaat melakukan pertimbangan disaat pembelian. Brand akan hilang dalam cluter dan tidak lagi relevan. Kedua, mungkin akan lebih buruk, brand akan mengalami penurunan dalam persepsi kualitas dan kepercayaan, dan memiliki penurunan terhadap diferensiasi dan loyalitas.

Dan apakah brand energy tersebut:

  • Menarik: Ada alasan untuk diperbincangkan tentang Brand. (Disney, AXE, Avon Walk for Kanker Payudara, Pixar, FedEx Cup)
  • Melibatkan: Orang-orang terlibat, brand dapat menjadi bagian dari kegiatan yang dihargai atau gaya hidup. (Lego, Disney. Starbucks, Google, Amazon)
  • Inovatif: Brand senantiasa terus berinovasi atau mampu menciptakan “harus memiliki” inovasi yang menciptakan subkategori baru. (Apple, Virgin, Dove, GE, 3M).
  • Passionate: Memiliki tujuan yang lebih tinggi yang mendorong gairah. (Whole Foods Market, Pategonia, Muji, Nike).

Salah satu cara agar brand Anda memiliki energi, adalah memberikan energi terhadap business itu sendiri. Cara yang terbaik adalah melalui inovasi.

Apakah brand Anda memiliki energi?

Happy Eid Mubarak 1433H


Watch this video, greetings from me and my team. Have a blessed Eid Mubarak 1433H and holidays.

Brand Menurut Opini Saya


Menurut saya Brand adalah ketika alasan (mengapa) atas keberadaannya dapat merebut pikiran dan perasaan audiensinya. Seperti kutipan dari  Walter Landor “Products are made in the factory, but brands are created in the mind.”

 

Dimana Utang Amerika? – Tetap Didesign (Infographic)


VE-AMERICAS DEBT

Utang kolektif Amerika, juga disebut utang nasional atau hutang publik, merupakan uang yang pemerintah AS berutang kepada pemilik instrumen hutang yang dikeluarkan oleh treasury AS. Ada beberapa jenis instrumen utang yang dikeluarkan oleh US Department of Treasury. Semua item secara kolektif disebut kas.

Amerika selalu memiliki utang. Sejak abad ke-18, negara telah membawa beban utang yang berfluktuasi dengan iklim politik dan sosial. Pada tahun 1860, utang Amerika adalah $ 65 juta. Perang Saudara membawa lonjakan besar dalam utang. Perang Dunia I dan Perang Dunia II juga membawa kenaikan besar dalam utang. Angka-angka terbaru utang Amerika telah letakkan di nomor yang paling tajam sejak tingkat utang melonjak selama Perang Dunia II.

Utang Amerika, seperti yang berutang ke negara-negara asing, telah terus meningkat dari tahun ke tahun. Utang kotor di triliunan dolar AS adalah sekitar $ 10 triliun pada 1940. Pada tahun 1950, kemudian meningkat menjadi sekitar $ 18 triliun. Setelah jatuh selama beberapa dekade, mulai naik lagi pada akhir 1980-an. Pada tahun 2009, utang Amerika lagi-lagi naik menjadi $ 18 triliun. Hal ini diproyeksikan akan terus meningkat selama beberapa tahun mendatang. Pada tahun 2011 diproyeksikan menjadi sekitar $ 20 triliun. Jumlah proyeksi utang Amerika dalam beberapa tahun ke depan sama dengan 100 persen dari PDB AS.

Source: http://visualeconomics.creditloan.com/where-is-americas-debt/

%d bloggers like this: