Pentingnya Brand Energy Bagi Usaha Anda – Side-Walk Restaurant – Steak & Grill (Studi Kasus)


Sebelum memulai, bagi teman-teman pembaca, artikel saya tidak mengulas tentang tata cara men-design dengan look and feel yang menarik. Lebih banyak masukan dan sharing knowledge saya yang bersifat abstrak dan conceptual namun sangat penting diperhatikan.

Sebagai brand strategist, dan kebebetulan sudah 8 tahun sebagai brand anthusiast, saya memiliki believe bahwa brand dapat mengubah perilaku seseorang dalam memilih brand yang kita ciptakan. Dan ketika brand tersebut sangat dicintai, dan ketika berada diatas puncak yang tinggi, dimana kiasan berbunyi “ketika semakin di atas anginnya semakin kencang” tidak mudah brand tersebut terpengaruh oleh negative impact, karena loyalitas konsumen tidak mudah terpengaruh.

Kali ini saya ingin menulis dan sharing knowledge saya terhadap sebuah Side-Walk Restaurant – Steak and Grill. Silahkan dibaca semoga dapat memberikan masukan yang berguna bagi teman-teman pembaca.

Ayo mari dimulai😀

Beberapa saat yang lalu, partner usaha saya, sebut saja inisialnya INS, memiliki ide untuk membuat sebuah sidewalk restaurant dengan ide sederhana yang KISS (KISS bukan grup band metal yang pake make-up serem kaya band Kuburan), melainkan acronym dari “Keep It Simple, Stupid.”

Kemudian kami berdua mencoba menciptakan sebuah brand dan melakukan branding yang diharapkan dapat dengan cepat merebut perhatian dari konsumen.  Brand itu sendiri yang pasti sudah memiliki brand strategy, dan kami memberikan nama yang mudah diingat, memiliki potensi untuk go international. Yes….that simple!

Esensi dari brand-pun adalah “tanpa kompromi dan tak kenal lelah mengejar kesempurnaan.” Makanan yang disajikan adalah daging yang di-grill (panggang), orang-orang bilang steak. Sebenarnya tidak ada hal baru soal steak, ada kiasan berbunyi “there’s nothing new under the sun” Tapi kalau ditanya, apakah usaha tersebut? yang jelas bukan steak. Yang pasti usaha tersebut adalah “Hospitality and People Business” dengan menggunakan esensi yang saya sebutkan di atas.

Menurut saya steak adalah produk, pelengkap sebuah brand. Dalam terms saya, steak yang enak dengan cara penyajian yang unik adalah “APA” yang dipersembahkan kepada konsumen. Dan “BAGAIMANA” adalah teknik, ilmu. Profesioanalisme dalam memasak dan pemberian jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai urutan sebuah komunikasi brand dimulai dengan urutannya dari “MENGAPA” > “BAGAIMANA” dan > “APA” bisa dibaca dari artikel saya sebelumnya yang berjudul “BrandBrain Bagi Brand Yang Inspirasional

Pada saat dimulai kami pun percaya diri, ya… bisa ditargetkan setelah 3 bulan pertama baru mulai menanjak. Namun….ternyata dalam waktu sebulan, jumlah pelanggan dan penjualan cukup mengejutkan pertumbuhannya. Yang pasti Brand Strategy is important, and Luck is different thing. Karena luck itu satu juta banding satu.

Dan usulan saya, ciptakan brand dan melakukan branding Anda semenjak di awal, jangan berfikir bahwa business Anda bukan seperti Coca-Cola maka saat diawal tidak perlu brand atau branding sama sekali. Maka bagi teman-teman yang mau memulai sebuah usaha maka yang perlu diperhatikan sejak awal adalah: Brand, Branding, dan Marketing.

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh, dan supaya teman-teman pembaca dapat membedakan antara Brand, Branding, dan Marketing, dan saya rasa teman-teman pembaca perlu untuk mengetahuinya, mari kita cari arti dan perbedaan di antara tiga tersebut dari artikel saya berjudul “Kesimpangsiuran Dalam Mengartikan Brand, Branding, dan Marketing

Apakah Brand Anda memiliki Energy?

Bisa dibaca dari artikel saya sebelumnya (klik disini) atau sambung langsung dengan ulasan saya dibawah ini😀

Yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha kecil, bahwa produk, jasa dan pasar perlu diisi dengan energi secara terus menerus ketika energinya sudah habis, harus diising ulang dengan energi, yang lebih baik adalah mengisi ulang sebelum habis.

Sama halnya dengan telpon genggam yang sebenarnya tergantung dengan charger. Yang jelas jika energinya habis yang pasti telpon genggamnya ga bisa lagi dipake – sudah tidak relevan lagi untuk dipakai lha wong udah matiiii….hehe.

Business dan Market ternyata sama-sama harus diisi ulang dengan energi. Jangan hanya salah satu. Baterei dan pulsanya juga harus sama-sama ada isinya. Percumah pulsa full tapi baterei habis atau baterei full tapi pulsanya ga ada. Yes…that simple pemikirannya, tapi bagaimana eksekusinya kan gak gampang :D….bener gak gampang, tapi saya akan beri masukan oleh beberapa faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam isi-mengisi-ulang dengan energi.

Sebuah Brand yang kekurangan energi memiliki dua potensi buruk. Pertama, brand akan kekurangan visibilitas dan tidak akan lagi menjadi top-of-mind disaat melakukan pertimbangan disaat pembelian. Brand akan hilang dalam cluter dan tidak lagi relevan. Kedua, mungkin akan lebih buruk, brand akan mengalami penurunan dalam persepsi kualitas dan kepercayaan, dan memiliki penurunan terhadap diferensiasi dan loyalitas.

Wah…nakutin juga ya. Ada yang bilang, Logo udah keren-keren, kok bagus cuman didepan doang, setelah itu tenggelam?

Yang pasti dari pengertian Brand, Branding, dan Marketing udah salah kaprah. Oleh sebab itu, soal brand, branding, dan marketing mohon untuk dibaca berkali-kali sehingga pemahaman dan penerapannya tidak salah lagi. Oh iya…banyak kok artikel yang saya tulis di blog saya ini. Kalau bisa di share juga sekalian melalui twitter, FB, LinkedIn, dll.😀

Kembali ke soal Energi. Yang dimaksud dengan Energi sebenarnya apa:

  • Menarik: Ada alasan untuk diperbincangkan tentang Brand. (Disney, AXE, Avon Walk for Kanker Payudara, Pixar, FedEx Cup)
  • Melibatkan: Orang-orang terlibat, brand dapat menjadi bagian dari kegiatan yang dihargai atau gaya hidup. (Lego, Disney. Starbucks, Google, Amazon)
  • Inovatif: Brand senantiasa terus berinovasi atau mampu menciptakan “harus memiliki” inovasi yang menciptakan subkategori baru. (Apple, Virgin, Dove, GE, 3M).
  • Passionate: Memiliki tujuan yang lebih tinggi yang mendorong gairah. (Whole Foods Market, Pategonia, Muji, Nike).

Salah satu cara agar brand Anda memiliki energi, adalah memberikan energi terhadap business itu sendiri dan terhadap pasar juga. Cara yang terbaik adalah melalui inovasi.

Jika inovasi sangat sulit untuk diciptakan masih ada Menarik, Melibatkan, dan Passionate yang bisa untuk diciptakan dan didefiniskan dalam brand Anda.

Saya mau memberikan studi kasus sesuai dengan ke empat energi yang saya maksud diatas terhadap side-walk restaurant tersebut:

Image source: Tokyo Skipjack (http://www.tokyoskipjack.com)

  • Menarik: Cara penyajian (presentation), look and feel keselurahan yang menarik sesuai dengan trend yang ada, steak yang seharusnya  dimakan dan disajikan (bukan daging disiram bumbu banyak-banyak seperti dikebanyakan warung-warung steak yang ada dipasaran).
  • Melibatkan: close to your customer, mendengarkan dan reaktif kepada customer (social media penting), menciptakan program-program yang selalu melibatkan customer secara langsung. Posting foto mereka di web dan di social media.
  • Inovative: “there’s nothing new under the sun” untuk steak, namum banyak hal lain yang bisa diciptakan melalui kondimen, seperti saus yang unik beda dengan rata-rata warung steak yang ada. Punya “Point of Parity, Point of Leverage, Point of Superiority, and Advantage” dan keterbatasan number of serving per day (ayo kesana ntar kehabisan lho…this kind of mind set)
  • Passionate: selalu berangkat dari esensi brand itu sendiri yaitu “tanpa kompromi dan tak kenal lelah mengejar kesempurnaan,” dan excellent friendly service that make you feel homey.

Berikut adalah sebagai studi kasus. Mungkin kalau di copy-paste terhadap brand yang akan Anda ingin bangun belum tentu menghasilkan hal yang cemerlang. Cobalah mencari differensiasi di kategori yang sama (cobalah utk kreatif, jangan selalu plagiat). Karena selain Brand, Branding, Marketing, dan Energy masih perlu kita perhatikan 4 faktor:

  • Differentiation: jika tidak ada pembeda maka konsumen akan menganggap brand Anda seperti bawang dipasar. Semuanya keliatan sama tidak ada bedanya. Oleh sebab itu “be different and genuine”
  • Relevancy: Harus masuk dan sesuai dengan target market butuhkan
  • Esteem: Memberikan nilai emotional terhadap konsumen setelah menggunakan brand Anda
  • Knowledge terhadap brand: Tak kenal maka tak sayang.

Nah Relevancy dan Differentiation juga menjadi poin yang harus dimiliki dari sebuah brand.

Mudah-mudahan sharing saya terhadap sebuah studi-kasus side-walk restaurant ini dapat menjadi pertimbangan yang berguna bagi teman-teman pembaca, terutama kepada teman-teman yang memiliki antusiasme sama seperti saya mengenai brand, dan juga bagi teman-teman yang ingin menciptakan sebuah bisniss kecil-kecilan yang baru. Semoga bermanfaat.

About Dimas Mardjono
I always treat myself as a student, and I always keep on learning through my ups and downs. This blog talks about brand, branding, social issues, what’s going on in the world, way of thinking, etc. With this blog, I hope I could provide benefit to readers, so share my article to your friends. Life isn’t about finding yourself, Life is about creating yourself.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: